Saturday, May 9, 2009

Dambakan Hidayah-Mu...

Entry ini ditulis pada ketika hati ini amat sayu memikirkan keadaan saudara-saudara seagamaku yang kian lemah dan lemas dalam pelukan syaitan (yang direjam). Perubahan segelintir saudara seagamaku yang aku pernal kenal suatu ketika dulu ke lembah durjana amat menyedihkan, hingga mengalir air mataku menyaksikan semua itu. Ya Allah, ampunilah saudaraku itu... Berilah hidayah-Mu kepada mereka, agar mereka kembali ke pangkal jalan. Diri ini tidak mampu untuk berbuat sesuatu, melainkan dengan pertolongan Kau, Ya Allah. Hati saja yang mampu berdoa. Itulah selemah-lemah iman manusia.

Ya Allah, inikah salah satu petanda Kiamat yang pernah Kau firmankan dalam Quran Al-Kareem? Aku tahu, telah banyak petanda Kiamat yang Kau telah tunjukkan kepada kami. Berikanlah kesempatan kepada kami semua untuk bertaubat, Ya Allah sebelum pintu taubat-Mu ditutup. Aku tidak berharap untuk merasai kedahsyatan Hari Kiamat-Mu, namun tidak jua ku berharap untuk menemui-Mu sebelum ku sempat bertaubat. Kau berikanlah jua kesempatan bertaubat kepada saudaraku. Aku sayangkan mereka. Apa yang kuharapkan agar pertemuan aku dan saudaraku bukan berakhir di dunia, tetapi kekal hingga ke syurga.

Jadikanlah kami hamba yang bersyukur atas segala nikmat-Mu dan menggunakan nikmat-Mu ke jalan kebenaran dan diredhai oleh-Mu, Ya Allah. Pimpinlah kami menyusuri suluhan hidayah-Mu. Janganlah Engkau turunkan bala kepada kami disebabkan kerakusan kami meraih nikmat-Mu tanpa melahirkan kesyukuran ke hadrat-Mu. Aku tahu, segala nikmat ini hanya pinjaman dari-Mu semata-mata. Aku dan saudaraku tidak layak menerima semua ini. Ya Allah, aku pohon dengan amat sangat agar Kau berikan hidayah-Mu kepada aku dan saudaraku.

Engkau pulihkanlah keadaan umat Islam zaman ini Ya Allah. Umat Islam makin menuju ke arah jahiliyah sepertimana yang pernah berlaku dahulu. Janganlah Kau biarkan kami jahil akan tauhid-Mu. Kau lahirkanlah pemimpin Islam yang agung sepertimana sewaktu zaman khulafa' arrasyidin. Aku idamkan berada dalam sebuah negara Islam yang pernah dipimpin oleh Abu Bakar As-Siddiq, Umar Al-Khattab, Uthman bin Affan, dan Ali bin Abi Talib. Kau berikanlah petunjuk-Mu kepada para pemimpin negara Islam pada hari ini, Ya Allah. Pemimpin yang diharapkan ialah seorang pemimpin yang menerajui negara berasaskan prinsip-prinsip Islam dengan berlandaskan al-Quran dan as-sunnah.

Aku sedih melihat sikap para pemimpin negara-negara Islam hari ini yang langsung tidak melambangkan pemerintahan sebuah negara Islam yang sebenar. Walaupun hukum hudud dilaksanakan di Saudi, tetapi masih banyak aspek lain yang tidak selari dengan anjuran Islam. Walaupun pemimpin menegakkan hak-hak orang Islam seperti di Malaysia, tetapi ketrampilan diri serta keluarga pemimpin itu sendiri tidak melambangkan imej seorang mukmin dan sebuah keluarga Islam. Di manakah boleh ku cari negara Islam sebenar pada ketika ini, waktu Kiamat makin hampir? Aku kasihan mengenangkan nasib pemimpin negara-negara Islam jika disoal oleh-Mu akan tindakan mereka sewaktu memegang kuasa tertinggi di negara masing-masing dulu. Aku kasihan mengenangkan nasib mereka yang perlu menanggung dosa rakyat mereka disebabkan kejahilan mereka sewaktu memerintah.

Ya Allah, Kau rahmatilah aku dan saudaraku...
Aku tahu Kau Maha Penyayang, Ya Rahim...
Doaku tidak putus mengharapkan hidayah-Mu untuk diriku dan saudara seagamaku yang aku sayangi.

Ku Takkan Berpaling


Ku Takkan Berpaling - Akil Hayy

Ku takkan berpaling dari agamaMu
Segala fitrah, hadith dan sunnah
Ku pasrahkan dan bersujud

Hanya Kau yang satu
Tempatku mengadu
Tiada daya serta upaya
Ku pohonkan doaku Ya Allah

Tuhan… berikanlah hidayahMu
Oh Tuhan… ku bersyukur atas rahmatMu
Oh Tuhan… limpahkan kurniaMu
Kuatkan lah imanku
Luaskan fikiranku
Lapangkan lah hatiku
Ampunilah dosaku Ya Allah Ya Tuhanku
Engkau Maha Tahu…

Hanya Kau yang satu
Tempatku mengadu
Tiada daya serta upaya
Ku pohonkan doaku Ya Allah

Amin…Ya Rabbal Alamin


I love this song very badly.
I love you, Ya Malik, Ya Rabb, Ya Illah...
I give all of my life to You.
To You I come, and to You too I leave.
Please forgive me, Ya Allah, my true love.

Thursday, April 30, 2009

Cinta Hakiki (True Love)




Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada
seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar
bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku
padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku
menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku
padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada
seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar
tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan
biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan
panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan
aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah
berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada
taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah ya
Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah
jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu
yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami

dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan
bertawakal di jalan-Mu.Amin. ....


Pandemic - Swine Flu

The world has been rocked with a breaking news about Swine Flu virus. The vector has been spreading over Mexico and the States currently. This brought the whole world in full blast to prevent the outbreak of the flu epidemic. In Christchurch itself, there are four people identified to have been coming back from the States and are suspected to have been infected by the virus since there were a few shcool kids on the same plane with them to Christchurch from LA. New Zealand is one of the countries that is classified to be in danger. Probably, there are quite number of people who came into NZ have just been in the North America in last few weeks when the Swine Flu virus started to spread.

I am still thinking about the probability that the outbreak may be one of the disasters that Allah wants to teach all of the people on this Earth. With the increase of social problems all over the globe, we do not realize that many crises occurred are attributed to our attitudes that take Allah's reminders for granted. If Allah wants to give us a lesson, it's either He shows it directly to ourselves or by giving the troubles to other people and it is our responsibility to learn from what has happened to the people. Nonetheless, we're too much close to Satan instead of Allah, thus, the whisper of Satan penetrates deeper into our cochleas, and when Satan is already in our nerves, we begin to be controlled by him. The Satan is too clever to make fool of us, but we are too fool to be fooled by the best 'jester'.

Right now, the Swine Flu alert has been raised from phase four to phase five out of six. This new update should be taken seriously by everybody especially the medical organizations. The human-to-human method of virus infection can put anyone at stake, for we don't know that probably the person who's sneezing beside us is the virus carrier. Nauzubillah minzaliq... May Allah protect us from such 'disaster'. Amen. Well, the thing I would like to emphasize here is that about the rationality of the order from Allah for not allowing us to eat non-halal foods such as pork. It is not my job to verify each and every order of Allah to all of His creations since all of the orders are non-negotiable and we only have to believe that Allah's orders are by all means, for the best of everyone. However, the non-muslims always need supporting facts for any Islamic fact raked up by the Muslims. If I were asked by them, my answers are very parallel to our logical thinkings and of reflections to our lives.

Before we go in depth upon the Islamic arguments, let's see the source of Swine Flu (H1N1) virus... The scientist said, it was sourced from pigs in Mexico farmlands. This has been verified by the UN health agency experts. As a matter of fact, beforehand, we had been startled by the appearance of H5N1 virus which was also from pigs. People still in their sleeps for not realizing the terrible things caused by pigs or pork that they eat. See Bank of New Zealand money box give away, they use a pig image to be the money box as known as Piggy Bank. They thought the animal is so cute that they can make it to be the money box. What so animal!

Now, let's heed on what Islam says about pigs and pork. Allah outlined the negative effects of eating porks in Quran. It is indeed that porks affect our health. I will not be going into scientific stuff since I'm not into Biology, but as Allah's servant, what we need to do is simply accepting and believing what He told us to do. He said don't eat pork, then we shouldn't eat it. Don't touch wet or damp pigs, then we shouldn't do that. Allah knows what we don't know. No argument is necessary actually when it comes to hukum Allah. The kafiruns are very stubborn to accept Islam even though at times, they have already known that Islam is always for goodness. The WHO can still confirm to all over the world that porks are still safe to be consumed at this while. It's up to them... It's all about themselves. The more kafiruns go to hell, the better it will be. We must believe that there will come the time when Islam rises up again to its heyday (before the last day) and that's the time when the number of kafiruns will be going down to the foot of the bell graph hill.

We must notice that this Swine Flu outbreak is the sequential disaster after the global recession. On surface, we look at the matters as economics and health problems. However, it is not all about worldly thingy. I must say that it's undeniable that all of the disasters on this Earth are created by the human themselves, but, it's due to their lack of knowledge on how to manage the Earth properly as ordered by Allah in the Quran. Human do not manage the Earth (tho' only the land) by referring to the Quran and sunnah, but they use their brains solely. They never thought who created the brain... Time is running out to improve the situation, unless we unite to take an action. Oh God, to relate world issues with Islamic elements can't be finished in one day or in one entry like this. There are infinite things to say and human's knowledge is very limited to know about everything. Ya Rabb, please forgive me, your humble, small servant...

All in all, the consequences of Swine Flu must be taken soberly by all and sundry. Our Malaysia High Commission First Secretary, Puan Siti Jalilah Abd. Manap has urged the medical students in NZ to study and take this opportunity to observe how the NZ government handles this situation. In the meantime, let's pray so that Allah will always protect us and our loved ones from the unwanted troubles. Amen.

Tuesday, April 28, 2009

Tidur itu mati sementara, mati itu tidur selama-lamanya

Innalillahiwainnailahiraji'un...

Malikul maut (Raja Maut) telah mencabut nyawa Arwah Atok Mok semalam (Isnin, April 27) selepas arwah muntah-muntah dan cirit-birit. Maka, terpisahlah roh dari jasadnya dan rohnya disambut oleh malaikat untuk dikapan dan dibawa ke atas langit. Aku mendoakan agar kain kapan yang membaluti roh arwah adalah kain kapan dari syurga. Amen.

Patutlah semalam, waktu aku sedang membuat eksperimen terakhir di Rutherford Building, aku berasa lain semacam apabila handphone aku vibrate dalam poket seluarku. Itu bukan SMS vibrate, tetapi Call vibrate. Tapi aku tak boleh jawab panggilan itu serta merta sebab demonstrator eksperimen tu sedang menerangkan sesuatu kepadaku dan lab partners. Rupa-rupanya Kak Ira miss called aku, mungkin untuk menyampaikan berita kematian arwah. Mak pun ada text memberitahu perkara yang sama. Peliknya, abah langsung tak call or text. Mungkin abah masih bersedih. Akhirnya, hari ini abah call aku untuk memberitahu bahawa atok mok dah meninggal dunia walaupun aku sebenarnya yang bertanya tentang itu dahulu sebelum abah beritahu. Mungkin abah tak sanggup beritahu perkara yang sebenar. Aku dapat dengar suara abah yang sayu, seperti suara orang yang baru lepas menangis.

Namun begitu, semalam, sebaik sahaja aku habis lab session, aku mengalirkan air mata dalam perjalanan pulang ke rumah dari universiti. Aku mula menyingkap kenangan-kenangan lalu bersama arwah, terutamanya pada awal tahun ini bila mana arwah tinggal seminggu di rumahku. Alhamdulillah, sekurang-kurangnya ada juga sisa-sisa waktu yang agak lama aku bersamanya. Walaupun aku tidak menolongnya sangat dalam waktu itu, tetapi aku telah cuba sedaya upayaku, lagipun Bibik yang uruskan arwah.

Benarlah kata abah dan emak supaya jumpa atok-atok sebelum pulang ke NZ sebab takut-takut tak dapat berjumpa lagi, lagipun atok-atok semua makin tua dan uzur. Kini baru aku sedar bahawa kadang-kadang patut juga kita mendengar kata hati. Patutlah mak suruh bawa camera waktu jumpa atok-atok, suruh aku ambil gambar dengan mereka. Entah macamana waktu jumpa arwah kat rumah Pak Cik Ihak, camera yang aku bawa tertinggal dalam kereta dan hanya sebaik masuk semula ke dalam kereta aku teringat yang aku tak ambil gambar dengan arwah. Hatiku membisik kepadaku supaya masuk semula ke dalam rumah Pak Cik dan ambil gambar dengan atok. Tapi, ada suara berkata tak pe lah, nanti takut Mak Cik ingat aku nak show off dengan camera baru. So, aku pun membatalkan niat untuk keluar kereta semula. Dalam perjalanan ke rumah atok Nah, hatiku memang tak tenteram. Rasa macam nak suruh abah pergi semula ke rumah Pak Cik untuk ambil gambar dengan atok. Sekali lagi, ada suara berkata tak pe lah, insyaAllah masih boleh jumpa akhir tahun ni. Tapi tidakkkk....... Itulah yang membuatkan aku berasa amat terkilan sebaik sahaja menerima berita pemergian arwah semalam. Akibat kedegilanku mendengar kata hati, aku menerima seribu penyesalan. Ajal maut itu di tangan Allah. Tidak akan dipercepatkan atau ditangguhkan walau sesaat pun.

Tidak perlu ku katakan kepada sesiapa yang aku sentiasa mendoakan kesihatan atok-atok dalam doaku selepas setiap solat. Namun Allah lebih sayangkan atok Mok, maka pergilah dia sebelum kami semua. Aku berdoa kepada Allah, jika benar Dia ingin mencabut nyawa atok Mok sebelum kami semua, berilah kemudahan kepadanya untuk menghembuskan nafas yang terakhir dan berilah kesempatan kepadanya serta sesiapa sahaja untuk memohon maaf antara satu sama lain serta ampunkanlah dosa-dosanya yang lalu. Walaupun aku tidak serapat beberapa orang cousins yang lain dengan arwah, tetapi aku amat menyayanginya dan aku sentiasa berharap kebaikan dikurniakan kepadanya. Aku rindu akan jemput-jemput tepungnya. Aku masih ingat suaranya. Aku masih simpan kenangan bersamanya di kampung dahulu, waktu aku kecil. Aku sering tidur di sebelahnya di kampung. Aku masih ingat tempat tidur kegemarannya.

Emak pernah bercakap denganku akan keadaan atok Mok yang semakin uzur, sering kali masuk keluar hospital. Mak suruh doakan atok. Aku masih ingat yang aku ada cakap dengan mak, macamana kalau aku tak dapat jumpa lagi dengan atok lepas ni... Maknanya hari tu adalah hari terakhir aku jumpa atok lah... Lepas tu, aku text mak suruh Bibik selimutkan atok dengan woolen blanket yang aku belikan untuk atok dari NZ. Quite expensive blanket. Alhamdulillah, at least I had given something special to arwah before she passed away. Dan aku masih ingat Bibik ada cakap kepadaku yang arwah memang suka pakai selimut yang aku bagi tu. Mana-mana dia pergi, mesti dia suruh bawa selimut tu. Mungkin dia masih ingat pada waktu itu yang selimut tu diberikan oleh cucunya iaitu aku. It showed that she really appreciated the gift. I'll remember that.

Walaupun tak dapat jumpa untuk kali terakhir sebelum arwah menghembuskan nafas terakhir, tetapi aku sentiasa percaya bahawa suatu hari nanti aku akan bejumpa semula dengannya. InsyaAllah, kita akan berjumpa semula di syurga. Saat itu akan tiba jua. Kau sentiasa diingati dalam doaku. Terima kasih, atok..... Moga rohmu dicucuri rahmat dan kau digolongkan di kalangan ahli syurga. Pergilah kau menemani suamimu yang telah meninggalkanmu setelah sekian lama.

Thursday, April 23, 2009

Perantau @ Sinar

Jeez... I was awaken by a ring this dawn around 4.40 am. huhuhu.... it was Jamal Jamaludin, Sinar.fm DJ. At first, he impersonated himself as a businessman from Canterbury who wanted to sell a herd of sheep to me. But it was really ridiculous since he spoke Malay to me. I, since the first moment, didn' t believe it, but I never thought that it was a call from Sinar.fm. What was on my mind at that time was that this might be a call from a company in Malaysia which I applied for an internship program. After a few minutes then, I just realized that the voice sounded like Jamal Jamaludin and I recalled that I had ever been registered in Perantau @ Sinar column on the radio station's website.

When I said, ' Ini.... aaaa...' I suddenly forgot his name. Hahaha... Then, he continued for me. What so embarrassing! He asked me what time was it in my place... And I just told him that it was midnight. He was astonished by that... 'Haa? Tengah malam? Kat Malaysia ni tengah malam. Takkan kat sana tengah malam jugak...' I explained to him that I wasn't sure the local time at that time coz I was asleep and looked outside my room's window, it was still dark like in the midnight. But it was actually already 4 sth in the dawn. But I added that the local time in NZ is 4 hours faster than in Malaysia.

After that, he gave me a chance to say sth for anyone in Malaysia. I sounded sth like this, 'Assalamualaikum w.b.t (sounded like I was babbling to myself) saya ucapkan kepada ibu bapa (mak, abah) di Merlimau, Melaka; nenek, atuk; adik-beradik; dan rakan-rakan di seluruh Malaysia. Saya rindukan anda semua.' Jamal said, 'Mesti Anis juga nak ucapkan kepada pak cik- pak cik yang jual kuih muih kat warung-warung tu.' 'Aha, saya memang rindukan kuih-muih mereka.' 'Memang saya sengaja sebut pasal kuih-muih tu sebab saya tahu anda mesti rindu...'

Jamal said some more, 'Sayangnya, Anis tak dengar radio kami di online sekarang. Kalau tak, boleh dengar suara.' I replied, 'Oh, yeah. Tak pe la... Ada rakaman kan kat website tu.' 'Ya, ada. Okay Anis, saya tak mahu kacau anda tidur. Maaf ye kacau tengah tidur.' 'Oh tak pe. Thank you.' 'You're welcome.' 'Assalamualaikum.'

What a nice experience! Before the moment, I had imagined what would I say if Sinar.fm DJ called me for Perantau @ Sinar. I tried to practice how to speak in the radio. And yeah, it came true. Hehehe... I learned sth from my past experiences and the call from Sinar.fm was one of 'em.



p/s: I cooked chicken soup for lunch and dinner today! Yummy, yummy!
"Chicken Soup of the Soul"

Sunday, April 19, 2009

Pure Luck

Phew, I bought two nice blouses for peanuts! It was really surprising... It all happened at the Warehouse, Blenheim Rd. I was goin' there to buy a heater for my room actually coz it's getting colder at home day by day. Suddenly, I saw many sweet blouses and dresses in the store. So, I grabbed several for my sisters. The prices were somewhat low.

When it was time to make payments at the counter, I saw an ad on the overhead screen stated there that it's gonna be charged plastic bags starting from April 20. Thank God, coz it was yesterday, the 19th. If not, my 10 cent would have just been wasted like that for the plastic bag. The nice cashier girl was also flabbergasted when she scanned the bar codes of the blouses I bought. 'Oh, wow! It's only 2 dollars for this one and 9 dollars for another one.' OMG! I got here at the right time. I never got such low prices. Another good news followed... Since my purchase on that day was above 40 dollars, I got a coupon of 20% discount for any next purchase of fine jewellery. What a pure luck!

Well, I shouldn't be blinded by all of those temptations. I need to save my money, no matter what...